Skip to content
Lamorenetaeventos
Menu
  • Home
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Teknologi
  • Wisata
Menu

Warga RI Selamat dari Ledakan Nuklir !

Posted on March 28, 2025

Langit Hiroshima begitu cerah pada pagi hari, 6 Agustus 1945. Burung-burung berkicau di atap rumah. Anak-anak antusias berlarian tanpa arah. Para ibu terlihat sibuk mengurusi urusan rumah tangga di dapur-dapur kecil mereka.

Rasa syahdu ini dialami juga oleh mahasiswa Indonesia, Sjarif Adil Sagala. Pukul 8 pagi, Sagala memulai aktivitas seperti biasa. Bangun tidur, beres-beres kamar, dan pergi ke kampus. Tak lupa, dia juga menyantap sarapan terlebih dahulu.

Tak ada yang berbeda hari itu dibanding hari-hari sebelumnya. Kecuali, ada kabar kalau negara yang memberinya beasiswa berada di titik nadir kekalahan dalam teater Perang Dunia II di Asia. Namun, sebagai mahasiswa asing, Sagala tak ambil pusing soal itu. Terpenting adalah kuliah dulu. 

Hanya saja, kabar tersebut dibarengi oleh suara gemuruh yang datang tak lama setelah Sagala menutup tempat makan. Dia langsung melihat langit dan berpikir itu adalah pesawat tempur AS. Ternyata benar. 

“Ahh.. itu hal biasa,” pikirnya.

Memang, selama perang pesawat tempur sering mondar-mandir. Bahkan, menjadi tontonan setiap hari. Namun, saat melihat langit kedua kali, tragedi pun muncul. 

“Tiba-tiba terdengar suara aneh dan…. sraatt, sinar berkilau, dengan dahsyat dan mengejutkan!,” tutur Sagala dalam memoar Suka Duka Pelajar Indonesia di Jepang, Sekitar Perang Pasifik 1942-1945 (1990).

Sagala langsung menutup mata dengan lengan. Bersamaan itu muncul asap raksasa membumbung tinggi ke awan. Angin besar langsung berhembus kencang. Saat hendak menutup jendela dan bergegas kabur, sayang Sagala tak kesampaian. 

Baru 1-2 langkah, dia terhempas tertimpa bangunan ambruk. Waktu seakan-akan berhenti. Sagala tak sadar beberapa menit. Bangun-bangun dia hanya merasakan kulit terbakar imbas angin besar super panas. Lalu muka penuh darah. Badan tertimpa reruntuhan. 

Teriakan minta tolong tak digubris satupun orang. Yang ada dia malah mendengar rintihan suara orang lain yang sekarat. Pada titik ini, Sagala berpikir ajal sudah merayap di udara, menanti giliran malaikat maut mencabut nyawanya. Apalagi, api juga mulai berkobar. 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bupati Lahat Bursah Zarnubi Terpilih Sebagai Ketum 2025-2030
  • Berapa Jumlah Uang Tunai Ideal di Dompet? Ungkap Pakar!
  • Kawal Kasus BMW Tabrak Mahasiswa Tewas!
  • Komponen Otomotif RI Masih Dilirik Pasar AS dan Korea
  • JP Morgan Naikkan Peringkat Pasar Saham Di Indonesia

Archives

  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
©2026 Lamorenetaeventos | Design: Newspaperly WordPress Theme