Skip to content
Lamorenetaeventos
Menu
  • Home
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Teknologi
  • Wisata
Menu

Tambang Pasir pada Petani Salak Merapi: Menurun Drastis

Posted on April 30, 2025

Lereng Gunung Merapi dikenal sebagai salah satu penghasil salak terbaik di Indonesia. Namun, belakangan ini, petani salak di daerah tersebut menghadapi masalah besar: maraknya aktivitas tambang pasir yang mengancam keberlangsungan pertanian mereka.

Produksi salak yang biasanya melimpah kini merosot tajam akibat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh penambangan pasir. Banyak petani mengeluh bahwa lahan mereka semakin tidak subur, akses air terganggu, dan kualitas buah menurun.


Dampak Tambang Pasir pada Pertanian Salak

1. Kerusakan Lahan dan Erosi

Aktivitas tambang pasir menyebabkan penggerusan tanah dan erosi yang parah. Lahan pertanian yang dulunya subur kini menjadi gersang dan sulit ditanami.

2. Polusi Debu dan Gangguan Air

Debu dari aktivitas penambangan menutupi daun salak, mengganggu proses fotosintesis. Selain itu, aliran air irigasi tercemar lumpur, membuat tanaman kekurangan nutrisi.

3. Penurunan Produksi dan Pendapatan Petani

Banyak petani melaporkan hasil panen turun hingga 50%. Harga jual salak juga ikut terdampak karena kualitas buah yang menurun.


Protes Petani dan Tuntutan kepada Pemerintah

Kelompok tani setempat telah melakukan protes dan meminta pemerintah daerah menertibkan aktivitas tambang ilegal. Mereka menuntut:

  • Penegakan hukum terhadap tambang yang beroperasi tanpa izin.
  • Rehabilitasi lahan yang rusak akibat penambangan.
  • Pemberian insentif bagi petani yang terdampak.

Solusi Jangka Panjang untuk Menyelamatkan Salak Merapi

Agar pertanian salak Merapi tetap lestari, diperlukan langkah-langkah strategis, seperti:
✅ Pengawasan ketat terhadap izin tambang pasir.
✅ Program konservasi lahan untuk mencegah erosi.
✅ Edukasi petani tentang teknik pertanian berkelanjutan.


Perlunya Keseimbangan Ekonomi dan Ekologi

Eksploitasi pasir di lereng Merapi mungkin memberikan keuntungan jangka pendek, tetapi merusak masa depan pertanian salak yang telah menjadi sumber penghidupan warga selama puluhan tahun. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memastikan kesejahteraan petani.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bupati Lahat Bursah Zarnubi Terpilih Sebagai Ketum 2025-2030
  • Berapa Jumlah Uang Tunai Ideal di Dompet? Ungkap Pakar!
  • Kawal Kasus BMW Tabrak Mahasiswa Tewas!
  • Komponen Otomotif RI Masih Dilirik Pasar AS dan Korea
  • JP Morgan Naikkan Peringkat Pasar Saham Di Indonesia

Archives

  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
©2026 Lamorenetaeventos | Design: Newspaperly WordPress Theme